Sunday, September 21, 2008

HASRAT UNTUK BERUBAH

Terukir di sebuah makam
di Westminster Abbey, Inggris, 1100 M

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal
Aku bermimpi ingin merubah dunia
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku
Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah

Maka cita-cita itu pun agak kupersempit
Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku
Namun tampaknya
Hasrat itu pun tiada hasilnya

Ketika usiaku semakin senja
Dengan semangatku yang masih tersisa
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku
Orang-orang yang paling dekat denganku…

Tetapi celakanya
Mereka pun tidak mau diubah !

Dan kini
Sementara aku berbaring saat ajal menjelang
Tiba-tiba kusadari ……

Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan
Mungkin aku bisa mengubah keluargaku

Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka
Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku

Kemudian siapa tahu
Aku bahkan bisa mengubah dunia

Ah ….Penyesalan menjelang ajal tiada guna
Tapi penyesalanku ini
Bisa menjadi pelajaran berharga bagimu
Yang membaca
Dan menerapkannya dalam kehidupan
Ubahlah dirimu sendiri dulu teman ….
Dan dunia akan berubah …
sumber : internet
Berubahlah untuk maju

Segala tulisan yang diilhami Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik
(2 Timotius 3 : 16-17 )

Keluar dari Zona Nyaman

Berubahlah untuk maju ! Itulah slogan iklan susu di salah satu media elektronik. Kita cukup sering mendengar iklan itu ditayangkan namun kita tidak terlalu menggubrisnya. Padahal jika kita pikirkan dan artikan secara mendalam maka kehidupan kita haruslah seperti slogan iklan tersebut. Kita di dalam kehidupan ini dipercayakan Tuhan untuk menggali potensi diri yang ada di dalam diri kita. Tuhan sudah memberikan akal dan pikiran untuk kita gunakan didalam menjalani kehidupan ini. Oleh sebab itu kita dapat menggunakan hal tersebut untuk mengeluarkan kreativitas, ide maupun hal-hal yang dapat membuat kita dan orang lain berkembang. Kita harus berubah dan bergerak untuk maju, bukannya hanya puas dengan kehidupan kita yang sekarang sehingga kita menjadi orang yang diam ditempat saja. Rasa puas dan bersyukur dengan apa yang kita miliki itu sangat baik, tapi jangan disalah artikan bahwa kita sudah cukup puas pada keadaan kita sekarang dan lalu kita tidak melakukan sesuatu hal untuk membuat diri kita sendiri berkembang.
Begitu sering kita seperti seekor katak yang tinggal di sebuah danau yang kecil, yang tidak pernah melihat betapa luasnya laut. Kita telah terbiasa hidup dalam kehidupan kita yang sempit dengan cara pandang yang sempit pula. Kita telah terbiasa pada lingkungan kita yang nyaman, sehingga banyak orang telah merasa puas dengan apa yang telah dicapainya. Padahal jika kita dapat belajar untuk keluar dari lingkungan yang kita anggap nyaman, maka kita dapat melihat suatu keadaan dimana masih banyak kesempatan yang dapat kita raih dan masih banyak kemajuan yang masih dapat kita capai. Tuhan ingin agar kehidupan kita jauh lebih besar dan lebih baik daripada yang dapat kita bayangkan dan pikirkan. Kita harus berani untuk bermimpi lebih besar lagi tapi kita harus melakukan bagian kita dan keluar dari zona nyaman kita.

Jangan puas dengan perubahan kecil

Perubahan untuk maju dapat kita lakukan di dalam segi pekerjaan, usaha, jasmani maupun rohani. Banyak orang cukup puas dengan usaha yang telah dilakukannya seperti mengurangi kebiasan buruk ataupun belajar untuk meningkatkan kemampuan diri. Mulanya kita begitu bersemangat dan begitu berapi-api untuk memulainya. Tetapi setelah beberapa waktu kemudian, kita menjadi malas; lalu kita menjadi puas diri. Kita sudah merasa bahwa kita sudah melakukan usaha untuk melakukan perbaikan dan usaha itu menghasilkan sedikit perkembangan, lalu kita cukup puas pada hasilnya sehingga kita tidak melakukan usaha lagi untuk perbaikan.
Ada seseorang yang ingin merubah kebiasan buruknya dalam hal merokok. Dan dia berkata, “Saya sudah melakukan usaha untuk mengurangi kebiasaan merokok, dulu saya merokok dua bungkus sehari, dan sekarang hanya satu bungkus”. Dan ia cukup puas dengan usahanya sehingga kemudian tidak meneruskan usahanya kembali untuk mengurangi bahkan memberhentikan kebiasan buruknya itu. Dimana ia seharusnya bisa melakukan kemajuan lagi dengan usahanya untuk berhenti dari kebiasan buruknya .Banyak orang telah puas dengan apa yang sudah dicapainya, Kita merasa bahwa kita sudah maksimal didalam pekerjaan, karir, pendidikan, kreativitas maupun dalam hal kehidupan rohani. Padahal sebenarnya kita masih dapat melakukan usaha lain untuk mencapai perkembangan dan kemajuan yang lebih besar.
Kehidupan rohani kita pun demikian. Kita seringkali sudah merasa cukup dengan menghadiri kebaktian satu minggu sekali dan kita tidak pernah belajar lagi untuk mengembangkan kehidupan rohani dan iman kita. Padahal masih banyak yang masih dapat kita lakukan untuk memperkaya sisi kehidupan rohani kita. Kita dapat belajar dari buku-buku rohani yang dapat memotivasi kita untuk berkembang, belajar dari Pemahaman Alkitab, maupun dari persekutuan-persekutuan yang diadakan di Gereja maupun di rumah-rumah jemaat. Iman harus terus dibina dan dikembangkan. Kita tidak boleh puas dengan apa yang telah kita capai sekarang khususnya dalam kehidupan rohani. Jika kita tidak mengembangkan kehidupan rohani kita dan tidak membina iman kita, bisa jadi lama-kelamaan kita terseret oleh pengaruh lingkungan dan arus pergaulan yang dapat menyesatkan kehidupan kita. Kepekaan mendengar suara Tuhan hanya dapat kita punya jika kita belajar untuk menggali firmanNya, dalam hal ini belajar lebih dalam lagi tentang isi Alkitab.

Berkembanglah terus

Memang dibutuhkan usaha untuk bisa mencapai sasaran kita dalam kemajuan, dan usaha awal itu adalah permulaan yang baik. Tetapi jangan cepat merasa puas. Jangan puas dengan sedikit perkembangan. Untuk berkembang tidak akan pernah ada akhirnya. Kejarlah terus sasaran-sasaran yang lain. Kita diciptakan untuk sesuatu yang lebih baik. Segala sesuatu mungkin sulit, tidak ada yang mendukung kita untuk mencapai sasaran kita. Tapi ingatlah bahwa kita memiliki Tuhan yang akan menolong kita mewujudkan sasaran kita untuk berkembang kearah yang lebih baik. Tuhan adalah sumber dari semuanya dan sumber dari Tuhan tidak terbatas. Oleh sebab itu janganlah bosan untuk belajar, karena dengan belajar kita akan mendapatkan sesuatu pelajaran yang akan dapat membuat kita mengembangkan diri kita sendiri maupun orang lain. Sekarang marilah kita bertanya pada diri kita sendiri; Apakah kita puas dengan pengetahuan kita sekarang ? Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan? Apakah ada kerinduan dalam hati kita untuk semakin mempererat hubungan itu? Apakah kita puas dengan apa yang sekarang kita ketahui tentang Alkitab? Apakah kita mau mengembangkan pengetahuan kita kearah yang lebih baik ?

Mulai sekarang marilah kita bersama-sama belajar untuk maju dan berkembang. Jangan pernah berhenti belajar. Seperti Amsal Salomo yang berkata : “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan” (Amsal 19:20)

- Sentuhan hati. Vol.5, No. 7 Mei 2005
- Joel Oesteen, Your best life now, Immanuel, 2007

Thursday, July 24, 2008

Doaku Terjawab Sudah

Ketika kumohon pada Tuhan kekuatan,
Tuhan memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika kumohon pada Tuhan kebijaksanaan,
Tuhan memberiku masalah untuk kupecahkan

Ketika kumohon pada Tuhan kesejahteraan,
Tuhan memberiku akal untuk berfikir

Ketika kumohon pada Tuhan keberanian,
Tuhan memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika kumohon pada Tuhan sebuah cinta,
Tuhan memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong

Ketika kumohon pada Tuhan bantuan,
Tuhan memberiku kesempatan

Aku tak pernah menerima apa yang kupinta,
Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.


Thursday, June 26, 2008

Berhasil di dalam Tuhan
Yosua 1 : 1-9


Bagaimana kita dapat berhasil di dalam Tuhan ? Kita dapat belajar dari perjalanan hidup Yosua yang berhasil memasuki tanah perjanjian. Ada langkah- langkah yang harus kita lakukan supaya kita berhasil di dalam Tuhan yaitu :

Mendengarkan firman/ suara Tuhan (Yosua 1 : 1)

Agar kita berhasil di dalam Tuhan maka langkah yang pertama adalah kita harus setia mendengarkan firman., yang bisa didapat dari membaca firman Tuhan setiap hari maupun mendengarkan kotbah/renungan baik di gereja maupun di media lain (TV, radio, dll. ). Kita wajib membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari agar kita dapat mengerti kehendak Tuhan sehingga firman Tuhan dapat menguatkan pikiran dan hati kita didalam menjalani kehidupan. Jika kita terbiasa membaca Firman Tuhan maka kita juga akan terbiasa dalam mendengarkan suara Tuhan. Firman Tuhan dapat menjadi pedoman dalam mencari keberhasilan dan kebenaran didalam Tuhan. Dengan Firman Tuhan kita dapat mengetahui apakah tindakan dan perilaku kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak. Hati nurani kita akan semakin terasah dan peka akan suara Tuhan dan kehendakNya bagi kita jika kita terbiasa membaca dan merenungkan firmanNya.

Berani menerima tantangan (Yosua 1 :2)

Dengan adanya firman Tuhan di dalam hati kita maka kita siap menerima dan menjalani tantangan yang harus kita hadapi agar kita semakin dewasa di dalam Tuhan. Seperti ada pepatah cina yang mengatakan “ Perjalanan 1000 meter dimulai dengan langkah pertama “ yang artinya agar kita semakin dewasa menurut Tuhan maka kita harus berani melangkah untuk dapat mengatasi tantangan yang ada. Seperti Yosua yang berani melangkahkan kaki di sungai Yordan, sehingga aliran sungai Yordan terhenti dan mereka dapat menyebranginya. Langkah pertama memang berat dilakukan, tapi jika kita mau bertumbuh dan berhasil di dalam Tuhan maka kita harus melakukan langkah pertama tersebut. Kitalah yang memulai langkah pertama selanjutnya Tuhan yang akan bertindak meneruskan langkah kita.

Memegang Janji Tuhan (Yosua 1:3 - 5)

Langkah yang ketiga adalah dengan memegang janji Tuhan. Kita dapat memegang janji Tuhan karena janjiNya adalah setia dan tetap. Tuhan akan menyertai kita dimanapan dan kapanpun. Tuhan yang menyertai Yosua, Daud, Abraham akan selalu menyertai kita juga. Firman Tuhan perlu kita renungkan dan lakukan, jika perlu kita hafalkan ayat-ayat yang berisi tentang janji Tuhan. Sehingga jika kita mengalami kebimbangan ataupun kekhawatiran, kita dapat diingatkan oleh janji Tuhan. Seperti Daud yang berani menghadapi tantangan Goliat, karena dia mengingat pertolongan Tuhan yang telah menyertai dia di padang dalam menghadapi serangan serigala dan beruang akan menolong dia juga dalam menghadapi kekuatan Goliat.

Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa Tuhan Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setiaNya terhadap orang yang kasih kepadaNya dan berpegang pada perintahNya, sampai kepada beribu-ribu keturunan. (Ulangan 7 : 9)

Kuat dan teguhkan hati (Yosua 1: 6- 9)

Tuhan menyuruh Yosua agar kuat dan meneguhkan hatinya dalam menghadapi tantangan. Kita tidak boleh bimbang dan ragu-ragu dalam melangkah dan mengambil tindakan karena kita yakin dan percaya bahwa Tuhan akan menolong kita dalam segala hal dan Tuhan akan menyertai kita dimanapun kita berada.

Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati. ( Ulangan 31 : 8)

Doa satu menit

Tuhan Yesus,
terkadang saat saya berada dalam ketakutan atau
tegang karena suatu hal/ masalah menghadang kehidupan saya,
saya menjadi panik, dan tidak tau apa yang harus saya perbuat.
Ada saatnya pula, saya berusaha berjuang sendiri dengan
kekuatan saya, dan menemui kegagalan.

Tuhan Yesus,
saya teringat akan firmanMu bahwa dalam tinggal tenang
dan percaya terletak kekuatanmu.
Ajar saya Tuhan, untuk dapat bersikap tenang saat ketakutan/
kekhawatiran melanda saya.
Dengan hati dan pikiran yang tenang, saya dapat berdoa dan
memohon campur tanganMu Tuhan, dalam menunjukkan jalan keluar
dan menyelesaikan setiap masalah - masalah di dalam kehidupan saya.
Bimbing saya untuk mengarahkan pandangan hanya kepadaMu saja,
duduk diam di hadapanMu dan memohon pencerahan dariMu.

Engkaulah Tuhan yang mengetahui apa yang ada di depan saya,
Engkaulah yang dapat membimbing saya dalam melangkah,
jalan mana yang aman dan tepat yang harus saya lalui
sesuai kehendakMu.

Seandainyapun Engkau ijinkan aku mengalami ini semua,
saat - saat sulit dan kelam, dan Engkau ingin aku belajar
dari ini semua untuk semakin dekat denganMu, semakin beriman
kepadaMu, aku akan menjalaninya dengan sepenuh hati,
dan bersandar kepadaMu.

Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau
mengingatkan aku pada hari ini untuk bersikap tenang
dalam menghadapi masalah apapun yang terjadi dalam
kehidupanku ini.
Di dalam nama Tuhan Yesus,
aku panjatkan doa ini.
Amin

Monday, June 9, 2008

UJIAN IMAN

UJIAN IMAN


Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya. (1 Petrus 1 : 7)



Pokok masalah


Dalam hidup ini banyak hal yang harus kita lewati. Kerikil-kerikil tajam dan juga bebatuan seringkali menghadang laju perjalanan hidup kita. Setiap orang mempunyai masalah, entah masalah kecil maupun besar. Dari masalah anak-anak yang nakal, masalah di dalam pekerjaan, masalah rumah tangga, penyakit dan banyak lagi masalah-masalah yang lain. Terlebih lagi pada akhir-akhir ini kenaikan bahan-bahan pokok yang tidak terbendung, dan juga adanya global warning yang menyebabkan cuaca tidak menentu, kita sering dikuatirkan akan hal-hal yang akan datang, yang menyebabkan permasalahan kita bertambah. Seringkali kita berpikir, mengapa kita terus menerus dihadapkan pada masalah ataupun hal-hal yang tidak kita ingini. Kita sering merasa putus asa dan kita bertanya : “mengapa saya diperhadapkan pada hal-hal yang tidak saya sukai ?“ dan mau tidak mau kita harus melaluinya. Saat ini kita hidup di dunia nyata, bukan dongeng dimana tidak pernah ada kesusahan, pencobaan dan semuanya berjalan dengan indah tanpa onak dan duri. Kita juga harus sadar bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan suatu kehidupan tanpa adanya ombak dan badai, tapi Dia berjanji untuk memberi kelepasan dan jalan keluar.

Menangani masalah


Banyak orang menanggapi kesukaran-kesukaran dan masalah dengan cara yang negative, daripada percaya bahwa Tuhan dapat mendatangkan kebaikan dari keadaan itu. Tuhan akan memakai kesukaran dan masalah yang kita hadapi untuk membawa kita ke suatu tingkat lebih tinggi jika kita mau melakukan bagian kita dan terus berdiri teguh. Ada saat saat dimana keadaan tidak segera berubah, tetapi kita dapat berkata : “Tuhan, aku tidak peduli apa yang datang melawanku, aku tidak peduli seberapa lama hal ini akan berlansung, ini tidak akan mengalahkanku, ini tidak akan menjatuhkanku. Aku tahu Engkau ada dipihakku.
Saat kita mempunyai sikap seperti itu, kesukaran tidak mempunyai kesempatan sedikit pun untuk menjatuhkan kita. Disamping itu biasanya bukan kesukaran yang menyebabkan masalah-masalah kita bertambah besar; melainkan cara kita menanggapi kesukaran-kesukaran tersebut. Kita bisa saja mempunyai masalah kecil dan masalah itu bisa saja mengalahkan kita. Di lain pihak kita telah menyaksikan orang-orang yang sedang menangani masalah yang sangat besar – penyakit yang tidak dapat disembuhkan, perceraian, kebangkrutan dan lain sebagainya, tetapi mereka bahagia dan merasakan damai sejahtera. Orang-orang seperti sedang hidup dalam sikap iman. Mereka sedang mempercayai segala sesuatu dapat berubah.
Jika Kita menghadapi kesukaran , kita perlu mengingatkan diri sendiri bahwa apa pun itu, adalah campur tangan Tuhan yang ingin agar kita bertambah maju di dalam iman dan Tuhan sedang memproses kita agar kita siap untuk menyambut rencanaNya. Dari cuplikan film facing the giant dikatakan bahwa sebelum Tuhan memindahkan kita dari ‘tempat’ kita sekarang , maka kita akan tetap berada ditempat itu. Maksudnya adalah jika Tuhan berkehendak dan itu memang rencanaNya kita diperhadapkan oleh masalah/kesukaran, kita akan tetap menjalani semua itu sampai Dia memindahkan kita dari masalah tersebut.

Rencana Indah


Tuhan memakai masa kesukaran ini untuk memurnikan kita, membentuk kita dan mempersiapkan kita untuk hal-hal baik yang akan datang. Ia sedang berusaha membentuk kita menjadi orang yang Ia inginkan. Tuhan ingin kita terus menerus bertumbuh, dan kadang-kadang Ia akan menggunakan kesukaran kecil atau ketegangan untuk mendorong kita maju. Ia akan mengijinkan tekanan mendorong kita, mengeluarkan kita dari zona kenyamanan. Ia mengetahui tepatnya seberapa besar yang dapat kita tanggung, dan dalam masa-masa tertekan kita, ingatlah Tuhan sedang memperbesar kita. Kita kan terkejut melihat apa yang kita dapat capai saat kita telah melewati semua itu. Permasalahan yang kita alami adalah media bagi kita untuk melatih dan memurnikan iman kita.


- Your Best Life Now ; Joel Osteen

- Air Hidup; April 2008

- Film Facing the giant
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Tuhan tidak menjanjikan langit yang selalu cerah,
Perjalanan penuh bunga, tiada hujan selain sinar surya,
Kesenangan tanpa dukacita, damai sejahtera tanpa derita….
Namun, Tuhan menjanjikan kekuatan bagi yang mencari-Nya,
Kelegaan bagi yang berjuang keras,
Cahaya terang di perjalanan hidup kita,
Pengampunan bagi manusia berdosa,
Pertolongan bagi yang membutuhkan,
Keberhasilan bagi yang mengalami kegagalan,
Cinta kasih yang tiada pernah padam

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Friday, April 4, 2008

JALAN YANG HARUS KUPILIH

Jalan Yang Harus Kupilih


Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku

(Mazmur 143 : 8)


Berbagai Pilihan

Pilihan ada di tangan kita masing-masing sebagai manusia. Sebagai manusia yang diciptakan dengan akal budi dan pikiran, maka setiap manusia dalam hidupnya harus dapat menentukan pilihan untuk mengambil suatu keputusan. Entah pilihan untuk kepentingan dirinya sendiri maupun untuk kepentingan orang lain.
Sadar maupun tidak sadar, setiap hari kita ditawarkan sejumlah pilihan yang harus kita pilih untuk melakukan sesuatu. Dari mulai membuka mata di pagi hari, kita sudah harus memilih : apakah kita akan segera bangun atau tidur sebentar lagi, apakah kita mau berdoa atau langsung membaca koran, apakah kita mau bersukacita atau mengeluh, dan lain-lain. Siang hingga malam hari pun kita terus menerus diajukan pilihan-pilihan yang harus kita pilih dan tentukan : apakah kita hari ini akan memasak sayur sop atau sayur asam, apakah kita akan menolong orang lain atau tidak, dan lain-lain.


Resiko Pilihan

Setiap pilihan yang kita ambil pasti mengandung resiko meskipun kadar dari resiko tersebut bisa ringan sampai berat. Suatu pagi, ada seseorang sewaktu perjalanan ke kantor dari arah Bekasi diharuskan memilih jalan tol mana yang harus dilalui : melewati jalan tol cakung ataukah jalan tol cawang. Pilihan akhirnya jatuh pada jalan tol cawang dengan harapan bahwa jalan yang akan dilalui akan lancar, akan tetapi ternyata pilihan yang diambil salah dan resikonya adalah terkena macet yang parah. Coba kalau dia memilih jalan yang lain barangkali jalan tersebut tidak terlalu macet. Tetapi biar bagaimanapun resiko yang dihadapi tetap harus dilalui dan kita tidak boleh menyesal telah mengambil keputusan tersebut.
Contoh diatas adalah sebuah pilihan yang tidak terlalu berat untuk diputuskan dan resiko yang didapat pun tidak terlalu bermasalah jika salah dalam mengambil keputusan. Ada beberapa pilihan yang sangat susah dan memerlukan waktu, pikiran bahkan tenaga untuk dapat memilih ‘jalan mana’ yang akan diambil. Keputusan untuk memilih teman hidup, pindah pekerjaan dan sekolah adalah beberapa dari pilihan yang dirasakan berat untuk dipilih dan resiko yang didapat pun besar akibatnya jika salah dalam memilih.


Menentukan Pilihan

Bagaimana kita dapat menentukan apakah pilihan yang kita ambil tersebut benar ataukah salah ? Salah satunya adalah dengan berdoa dan meminta petunjuk Tuhan apakah memang keputusan yang harus diambil adalah rencana dan kehendakNya. Kita harus sering berbicara dan mendengarkan suara Tuhan yang dirasakan didalam hati nurani. Kita harus sering mengasah kepekaan hati kita dengan sering berdoa dan membaca firmanNya. Jika keputusan yang diambil membuat kita tenang dan damai maka itulah suara Tuhan yang sedang berbicara kepada kita. Jawaban Tuhan seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan tidak kita pikirkan, tapi itulah kehendakNya. Tetapi seperti ada tertulis : “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia “ ( I Korintus 2:9 ) . Dia bisa berbicara lewat orang lain, lewat bacaan Firman Tuhan dll.
Tetapi setelah kita mengambil suatu keputusan dan ternyata keputusan yang kita ambil salah , kita tidak dapat termenung menyesali keputusan yang telah kita buat. Kita harus yakin dan percaya bahwa semua yang terjadi adalah campur tangan Tuhan dan memang semua yang terjadi adalah rencanaNya dan rancanganNya. Dalam setiap keputusan pasti harus dilalui oleh pergumulan dan konflik yang hebat. Oleh sebab itu, bila didalam pergumulan iman, kita mengalami keraguan dan ketakutan janganlah dengan gampang dikatakan bahwa kita lemah iman. Hanya orang yang serius dengan imannya, pernah merasa ragu. Dan hanya orang yang pernah merasa ragu , bisa serius dengan imannya. (Ketika takut mencengkram ; Eka Darmaputra)


Belajar dalam memilih

Marilah kita mulai sekarang belajar mengasah kepekaan dan memperkuat iman kita didalam Dia sehingga apapun yang terjadi kita percaya bahwa Tuhan lah yang mengatur segala sesuatu didalam perjalanan hidup kita. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8 : 28)